Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Agustus 2012

Sudahkah Dosamu Diampuni? By Ustadz Mohammad Fauzil Adhim


Termasuk yang manakah kita? Apakah kita termasuk orang-orang yang beruntung sehingga keluar dari bulan Ramadhan dalam keadaan diampuni dosa-dosa kita? Ataukah kita termasuk yang merugi dan bahkan mendapat do'a keburukan dari Jibril?

Masih adakah bekas-bekas Ramadhan itu pada dirimu? Dan aku pun bertanya pada diriku sendiri. Ingatlah sejenak hadis ini:

"Sungguh merugi seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, lalu ia keluar darinya sebelum ia diampuni (dosa-dosanya)." (HR. At-Tirmidzi).

Sesudah itu, tundukkan kepala sejenak, tundukkan hatimu dan renungi hadis ini berikut. Semoga Allah Ta'ala berikan hidayah seraya bertanya pada diri sendiri, sudah adakah kepantasan pada diri kita untuk memperoleh ampunan-Nya yang sempurna? Sementara ibadah kita masih ala kadarnya.

Sungguh, 'Idul Fithri bukan penanda terhapusnya semua dosa. Bagaimana kita akan terbebas dari dosa jika puasa kita hanya menahan diri dari lapar dan dahaga? Maka, sekali lagi, bertanyalah pada diri sendiri. Sesudah itu, sungkurkan kening dan memohon ampun kepada Allah 'Azza wa Jalla.

Mari kita renungi sejenak hadis berikut ini:

Dari Ka'ab bin Ujrah radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah saw. bersabda:

"Mendekatlah kalian ke mimbar!"

Lalu kami pun mendekati mimbar itu. Ketika Rasulullah menaiki tangga mimbar yang pertama, beliau berkata, "Amin."

Ketika beliau menaiki tangga yang kedua, beliau pun berkata, "Amin."

Ketika beliau menaiki tangga yang ketiga, beliau pun berkata, "Amin."

Setelah Rasulullah saw. turun dari mimbar, kami pun berkata, "Ya Rasulullah, sungguh kami telah mendengar dari engkau pada hari ini, sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya."

Rasulullah saw. bersabda, "Ketika aku menaiki tangga pertama, Jibril muncul di hadapanku dan berkata, "Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan yang penuh berkah, tetapi tidak memperoleh keampunan."

Maka aku berkata, "Amin"

Ketika aku menaiki tangga yang kedua, Jibril berkata, "Celakalah orang yang apabila namamu disebutkan, dia tidak bersalawat ke atasmu." Aku pun berkata, "Amin."

Ketika aku melangkah ke tangga ketiga, Jibril berkata, "Celakalah orang yang mendapati ibu bapaknya yang telah tua, atau salah satu dari keduanya, tetapi keduanya tidak menyebabkan orang itu masuk surga."

Aku pun berkata, "Amin." (HR. Al-Hakim)

**Kira-kira, termasuk yang manakah kita? Adakah kita patut berhenti memuji-Nya? Semoga tidaklah kita mati kecuali dalam keadaan sebagai muslim.

Hukum Ziarah Kubur Bagi Wanita

Sumber : http://www.voa-islam.com/islamia/konsultasi-agama/2010/04/08/4886/hukum-ziarah-kubur-bagi-wanita/

Alhamdulillah washolaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah waba’du:

Ikhwati fillah, secara umumnya ziarah kubur merupakan perbuatan sunah karena dapat mengingatkan kita kepada kematian dan negeri akhirat, juga mendidik kita untuk selalu zuhud terhadap kemewahan dunia ketika kita sadar bahwa manusia ketika meninggal tidak akan membawa sedikitpun kekayaan dunia yang telah dikumpulkan kecuali hanya sehelai kain, serta ditujukan untuk mendoakan mereka yang telah meninggal.

Adapun bagi wanita secara khususnya, maka para ulama berselisih pendapat:

-    sebagian ulama melarang secara mutlak diantaranya Syaikh Bin Baaz, Syaikh Utsaimin, Syaikh Jibrin dll rahimahumullah.
-    Sebagian lagi membolehkan secara mutlak.
-    Sebagian lagi membolehkan dengan beberapa syarat seperti Syaikh Albani, Syaikh Abdul Adzim Al Badawi (pengarang kitab Al Wajiz) rahimahumullah dll.

Maka manakah diantara pendapat-pendapat ini yang paling kuat?

1- mereka yang melarang secara mutlak berhujah dengan hadits:

قال رسول الله صلى الله عليه وشلم : ( لعن الله زائرات القبور)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: (Allah melaknat para wanita yang menziarahi kuburan). HR Tirmidzi dari haditsnya Ibnu Abbas radhiallahu anhu dan dilemahkan oleh Syaikh Albani dalam (silsilah dhaifah: 225)

Namun hadits ini dengan lafadz diatas tidak shahih, yang benar adalah dengan lafadz:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم: ( لعن الله زوّارات القبور)رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح
.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: (Allah melaknat para wanita yang sering menziarahi kuburan). HR Tirmidzi dan beliau berkata: hadits hasan shahih.

Perbedaan antara lafadz “ zaairaat” dengan lafadz “zawwaraat” adalah bahwa yang keduanya untuk mubalaghah yakni para wanita yang sering atau banyak menziarahi kuburan yang menyebabkan mereka meratap terhadap orang yang meninggal atau semacamnya.

Sebagian ulama berpendapat bahwa ini sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan keringanan untuk ziarah kuburan, lalu tatkala beliau memberikan keringanan maka boleh bagi laki maupun perempuan.

Sebagian ulama mengatakan: ziarah kubur makruh bagi wanita disebabkan kurangnya kesabaran mereka dan besarnya kesedihan mereka.
Pendapat yang shahih adalah bahwa ziarah kubur dibolehkan bagi wanita namun tidak sering-sering, sebagaimana mereka dibolehkan menziarahi kubur Nabi shallallahu alahi wasallam dan kedua shahabatnya radhiallahu anhuma berdasarkan dalil-dalil yang shahih diantaranya:

1- hadits dari Ummu ‘Athiyyah radhiallahu anha:

قالت أم عطية : نهينا عن اتباع الجنائز ولم يُعزم علينا . رواه البخاري ومسلم
.
Ummu ‘Athiyyah radhiallahu anha berkata: (kami dilarang untuk mengiringi jenazah namun tidak tekankan larangan tersebut atas kami) HR Bukhari dan Muslim.

2- apa yang dipahami oleh ‘Aisyah radhiallahu anha ketika pada suatu hari beliau kembali dari kuburan lalu dikatakan kepadanya Ibnu Abi Mulaikah:

قال ابن أبي مليكة : يا أم المؤمنين من أين أقبلت ؟ قالت : من قبر أخي عبد الرحمن بن أبي بكر ، قال : فقلت لها : أليس كان رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن زيارة القبور ؟ قالت : نعم ، كان قد نهى ثم أمر بزيارتها . رواه الحاكم ، وصححه الألباني .
Ibnu Abi Mulaikah berkata: (Ya Ummul Mukminin dari mana anda datang? Beliau berkata: dari kuburan saudaraku Abdur Rahman bin Abu Bakar, dia berkata: Maka aku berkata kepadanya: Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melarang ziarah kubur? Beliau berkata: benar, Beliau pernah melarangnya kemudian beliau memerintahkannya) HR Al Hakim, dishahihkan oleh Syaikh Albani.

3- Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi ahli Baqi beliau memohonkan ampun bagi mereka. Lalu ‘Aisyah radhiallahu anha berkata:

قالت عائشة رضي الله عنها قلت : كيف أقول لهم يا رسول الله ؟ قال : قولي : السلام على أهل الديار من المؤمنين والمسلمين ، ويرحم الله المستقدمين منا والمستأخرين ، وإنا إن شاء الله بكم للاحقون . رواه مسلم
‘Aisyah radhiallahu anha berkata: (Aku bertanya: Apa yang aku ucapkan kepada mereka ya Rasulullah? Beliau menjawab: Ucapkanlah semoga keselamatan atas penduduk kuburan dari kaum mukminin dan muslimin, dan semoga Allah merahmati mereka yang telah pergi sebelumnya dan yang terakhir, dan sesungguhnya kami Insya Allah sungguh akan mengikuti kalian) HR Muslim.

Dan hadits ini menunjukkan bolehnya wanita menziarahi kuburan, seandainya tidak boleh tentulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak akan mengajarkan kepadanya doa masuk kuburan dan mengatakan bahwa wanita tidak boleh berziarah kubur.Begitu juga ini terjadi diakhir hidup Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

4- Dan ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewati seorang wanita yang menangisi anaknya dikuburan.

قال لها : اتقي الله واصبري . الحديث . رواه البخاري ومسلم
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya: (bertakwalah kepada Allah dan sabarlah) HR Bukhari dan Muslim.

Dan hadits ini diletakkan oleh Imam Bukhari dalam: Bab ziarah kubur.

Seandainya ziarah kubur diharamkan pastilah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingkari wanita tersebut, namun beliau hanya mengingkari keluh kesahnya saja.

Imam Nawawi berkata: (Jumhur ulama memastikan bolehnya hal itu)
Yakni jumhur ulama memastikan bolehnya ziarah kubur baik itu laki-laki maupun wanita sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar.

Imam Qurtubi berkata dalam tafsirnya: (ziarah kubur bagi laki-laki disepakati bolehnya oleh para ulama, namun diperselisihkan bagi wanita. Adapun wanita-wanita muda maka haram atas mereka keluar, adapun wanita-wanita tua maka mereka diperbolehkan, dan diperbolehkan bagi mereka semua apabila tidak bercampur dengan laki-laki, InsyaAllah hal ini tidak diperselisihkan, oleh karena itu makna perkataan beliau: “ ziarahilah kuburan” umum, adapun kondisi atau waktu yang dikuatirkan terjadi fitnah seperti ikhtilath laki dan perempuan maka tidak boleh.

Namun untuk kehati-hatian dan keluar dari khilaf yang ada sebaiknya wanita tidak menziarahi kubur kecuali sesekali saja jika diperlulan.

Wallahu A’lam

Untuk lebih rincinya silahkan rujuk kitab “ Ahkamul Jana’iz wa Bida’uha” karangan Syaikh Albani.

Sabtu, 04 Agustus 2012

10 nasehat untuk wanita

Nasehat adalah sebuah kejernihan yang sewajarnya hadir dalam kehidupan masyarakat Islam. Terkhusus bagi wanita muslimah yang hidup dijaman ini. Sapaan nasehat adalah penyejuk yang menyegarkan langkah dalam menuju ridha Yang Maha rahmah, Allah tabaraka ta'ala.

1.Wanita muslimah meyakini bahwa Allah adalah Tuhannya, Muhammad adalah nabinya dan Islam adalah agamanya, dan menampakkan jejak keimanan dalam perkataan, amalan dan keyakinan. Maka ia selalu menjauhi murka Allah, takut akan pedihnya azab Allah dan balasan akibat menyelisihi perintah-Nya.

2.Wanita muslimah selalu menjaga sholat-sholat wajibnya, berwudlu, menjaga kekhusyukan dan ketepatan waktu melaksanakan sholat. Janganlah menyibukkan diri dengan aktivitas yang lain ketika datang waktu sholat. Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat yang memalingkan dari ibadah kepada Allah. Ia pun menampakkan atsar (bekas) sholatnya dalam peri kehidupan , karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, sholat adalah penjaga terbesar dari kemaksiatan.

3.Wanita muslimah selalu menjaga hijabnya (mengenakan jilbab) merasa mulia dengan hal tersebut dan dia tidak keluar dari rumah kecuali dalam kondisi berjilbab, dengan jilbab tersebut bertujuan agar Allah menjaganya. Ia pun bersyukur kepada Allah yang telah memuliakan, menjaga dan mengehendaki terjaganya kesuciannya dengan jilbab.
" Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu anak-anakmu dan wanita beriman agar mereka mengenakan jilbab-jilbab mereka." (al ahzaab: 59)

4.Wanita muslimah selalu mentaati suaminya, bersikap lembut, cinta, mengajaknya kepada kebaikan, menasehati dan menghibur suaminya. Ia tidak mengeraskan suara dan kasar dalam berbicara kepada suaminya. Rasulullah bersabda,
'apabila seorang wanita menjaga shalat lima waktunya, berpuasa di bulan ramadhan, menjaga kehormatannya, dan mentaati suaminya niscaya ia akan masuk surga. (Hadis Shahih jami')

5.Wanita muslimah senantiasa mendidik putranya untuk taat kepada Allah, mengajarinya dengan aqidah yang benar, menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi maksiat dan akhlaq yang buruk, firman Allah,
'wahai orang-orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka'. (At tahrim: 6)

6.Wanita muslimah tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Sabda Rasulullah,
'barangsiapa wanita yang berdua-duaan dengan laki-laki, maka setan yang ke-3 nya'.
Dan wanita muslimah tidak bepergian jauh kecuali untuk keperluan yang tidak bisa ditinggalkan dan disertai mahram dengan berjilbab.

7.Wanita muslimah tidak berpenampilan atau berdandan seperti kaum laki-laki. Sabda Rasulullah,
'Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.' (Hadis shahih)

8.Wanita muslimah juga tidak meniru orang-orang kafir dalam kekhususan dan kebiasaan mereka,
"barang siapa yang bertasyabuh (menyerupai) suatu kaum, maka ia termasuk golongan kaum tersebut" (hadis shahih)

9.Wanita muslimah adalah da'iyah (orang yang berdakwah) dibarisan kaum wanita dengan menggunakan perkataan yang baik melalui jalan menziarahi tetangganya , menyambung persaudaraan, melalui telpon, memberikan buku-buku dan kaset-kaset Islam. Ia pun beramal dengan apa yang ia ucapkan dan bersemangat dalam menghindarkan diri dari adzab Allah,
'kalau Allah menghidayahi seseorang melalui perantara kamu maka hal tersebut lebih baik bagimu dari pada binatang ternak yang merah (harta dunia yang banyak). (HR. bukhari dan muslim).

10.Wanita muslimah menjaga hatinya dari kerancuan dan hawa nafsu , menjaga pandangannya dari pandangan-pandangan yang haram, menjaga telinganya dari hal-hal yang melalaikan dari dzikrullah, ini semua yang dinamakan dengan taqwa,
'malulah terhadap Allah dengan sebenar-benarnya, barang siapa yang malu dengan sebenar-benarnya maka jagalah kepalanya dan apa yang ada didalamnya, dan jagalah perutnya serta yang ada didalamnya, ingatlah kematian dan musibah, barang siapa yang menghendaki akhirat hendaknya ia meninggalkan (tidak cinta) perhiasan-perhiasan dunia, barang siapa berbuat demikian niscaya sikap malunya kepada Allah benar. (Hadis Shahih Jami')

Wanita muslimah tidak menyia-nyiakan waktu siang maupun malamnya untuk perbuatan yang tidak ada gunanya, atau melewatkan masa mudanya hilang dengan percuma, 'tinggalkanlah mereka yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kesia-siaan'. (Al An'am: 70)
Allah berfirman tentang orang yang menyia-nyiakan umurnya; “alangkah meruginya diri kami dari apa yang telah kami tinggakkan.” (Al An'am: 31)

Wahai muslimah laksanakanlah nasehat-nasehat ini niscaya engkau akan jaya di dunia dan di akhirat.

Sumber :  http://ceritadarihati.blogspot.com/2007/08/10-nasehat-untuk-wanita.html