Tampilkan postingan dengan label ISMKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISMKI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Mei 2012

Bu Endang : Menkes Bersahaja, Penuh Karya Bermakna

 By : ISMKMI

Menteri Kesehatan Republik Indonesia non aktif dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH lahir 57 tahun lalu di Jakarta pada 1 Februari 1955. Beliau memperoleh gelar sarjana pada tahun 1979 adalah lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Selepas bergelar dokter, Bu Endang melanjutkan pendidikan dengan spesialisasi Kesehatan Masyarakat pada Harvard School of Public Health di Boston Amerika Serikat dan lulus tahun 1992. Program doktor pun dambil dari kampus dan bidang yang sama sehingga meraih gelar Dr.PH pada tahun 1997.
Karir beliau diawali dengan menjadi dokter di Rumah Sakit Pertamina Jakarta pada tahun 1979 – 1980. Tiga tahun berikutnya, 1980-1983 Bu Endang mengabdikan diri sebagai Kepala Puskesmas di desa terpencil Waipare, Nusa Tenggara Timur.  ”Waktu itu belum ada listrik, tapi karena suka baca tetap membaca buku dalam keadaan gelap, sampai mata pedas,” kata Bu Endang saat mengadakan kunjungan ke Waipare setelah menjadi menteri. Semasa di Waipare, beliau juga seringkali tidak dibayar dengan uang, tapi dengan hasil bumi, ikan, telur atau ayam. “Jadi kami tidak pernah kekurangan makan,” kata beliau di hadapan mantan mitra kerjanya semasa bekerja di puskesmas dan penduduk sekitar puskesmas saat kunjungan itu.
Masa-masa di Waipare bagi Bu Endang bukanlah masa yang mudah. Beliau harus menjangkau desa-desa di wilayah kerja puskesmas yang jaraknya jauh. Kehidupan sulit pun dijalaninya. “Saya sedang punya bayi. Air sulit sekali, jadi kami minum dari tampungan air hujan. Bahkan pernah juga minum air dari gedebong pisang, rasanya sepat,” kata ibu dari tiga anak itu. Namun orang-orang kampung Waipare yang baik-baik membuatnya tinggal di wilayah tersebut selama tiga tahun bertugas. “Walaupun saya sudah jadi menteri dan sekarang tinggal jauh dari sini tapi saya masih orang Sikka, hati saya tetap ada di Sikka,” katanya. Beliaupun dianggap sebagai Putri Sikka kelahiran Jawa oleh masyarakat Waipare.
Tahun 1983, Bu Endang kembali ke Jakarta untuk ditempatkan sebagai pegawai Dinas Kesehatan Provinsi DKI. Tugas tersebut berlangsung 14 tahun diantara kantor, puskesmas, rumah sakit, pasien dan buku. Bu Endang memang penggemar membaca buku. Diantara bekerja di Dinas Kesehatan DKI inilah beliau terbang ke negeri Paman Sam untuk melanjutkan program Magister dan sekaligus menuntaskan program doktoral.
Selesai mendapat gelar Dr.PH, pada tahun 1997, beliau bergabung dengan Badan Nasional Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Beliau bekerja sebagai peneliti di Pusat Penelitian Pengendalian dan Pengembangan Program Penyakit , NIHRD untuk lebih dari satu dekade. Beliau pun berkarir di luar Indonesia dengan menjabat sebagai penasihat teknis pada Departemen Penyebaran Penyakit dan Respons di kantor pusar WHO di Geneva, Swiss, tahun 1997-2006.
Sekembalinya ke Indonesia, beliau berkarir di Kementerian Kesehatan dan dipercaya sebagai Koordinator Riset Avian Influensa. Karirnya di bidang penelitian sempat cemerlang setelah ditunjuk mantan Menkes Bu Siti Fadilah Supari menjadi Kepala Puslitbang Biomedis dan Farmasi pada 26 Januari 2007 setelah sebelumnya hanya menjadi Peneliti Madya. Tapi oleh Ibu Siti Fadilah Supari juga, jabatannya sebagai Kepala Puslitbang Biomedis dan Farmasi dicopot dan ia turun lagi menjadi peneliti Madya pada 24 Juli 2008. Namun akhirnya naik lagi menjadi Peneliti Utama pada Puslitbang Biro Medis dan Farmasi pada 1 Agustus 2008.
Pada 22 Oktober 2009, secara mengagetkan publik, beliau diangkat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan bergabung dengan Kabinet Indonesia Bersatu jilid Dua. Tidak hanya mengagetkan karena nama beliau muncul kurang dari 24 jam sebelum pengumuman kabinet tapi juga beliau hanya seorang Peneliti Utama di Kemenkes yang kemudian ditunjuk sebagai menjadi Menteri Kesehatan menggantikan mantan bosnya Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K).
Namun dokter yang ahli di bidang kesehatan masyarakat ini mampu menunjukkan ke publik bahwa beliau brilian sebagai seorang Menteri Kesahatan. Semasa jabatan yang hanya dalam hitungan singkat yaitu 2,5 tahun, beliau sudah mempunyai banyak karya.
Berikut beberapa karya brilian Bu Endang selama menjadi Menteri Kesehatan, seperti dikutip dari berbagai sumber :
JAMPERSAL. Pada masa jabatannya Bu Endang telah berhasil memberlakukan Jampersal (jaminan persalinan) yang membuat ibu melahirkan dari keluarga tak mampu bisa bersalin gratis dengan imbalan mau ikut KB.
PP ASI EKSKLUSIF. Bu Endang mewajibkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif yang dikuatkan dalam Peraturan Pemerintah, melarang iklan dan tenaga medis menyebarkan pemberian susu formula, mewajibkan perkantoran untuk membuat ruang menyusui.
FOKUS FLU BURUNG. Wabah flu burung memang tidak dapat di prediksi di Indonesia, terkadang surut atau malah sebaliknya. Karenanya saat masih menjabat sebagai Menkes, beliau fokus pada masalah penyakit flu burung yang sewaktu-waktu bisa mewabah lagi di Indonesia.Tenaga medis baik di rumah sakit, bandara maupun pelabuhan dilatih untuk bisa menangani kasus flu burung. Rumah sakit utama di daerah kini juga sudah memiliki ruang isolasi flu burung.
PENCAPAIAN MDG’s. Tak hanya itu, Bu Endang Rahayu Sedyaningsih juga tetap concern terhadap penyakit dasar seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, kaki gajah, agar Indonesia bisa mencapai target MDG’s. Begitu juga dengan penyakit HIV AIDS dan penyakit-penyakit tidak menular seperti kanker atau penyakit langka Guillain barre syndrome (GBS) mendapat bantuan untuk pengobatan gratis atau dengan subsidi. Beliau juga telah membangun rumah sakit pertama yang khusus melayani pasien yang kurang mampu dan meningkatkan kesehatan masyarakat untuk mempercepat pencapaian target tujuan pembangunan millennium (MDGs).
RESOLUSI VIRUS. Di forum internasional, Bu Endang berhasil membuat angota WHO menyepakati resolusi virus sharing yang diperjuangkan Indonesia sejak 2007. Dalam sidang WHO yang berlangsung 16 Mei 2011 itu, negara-negara anggota WHO telah menetapkan kerangka kerjasama multilateral dalam mekanisme virus sharing, akses pada vaksin dan manfaat lainnya.
PEDULI KESEHATAN ANAK. Beliau juga sangat concern pada kesehatan anak. Ketika Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-Moon berinisiatif mengembangkan Scaling Up Nutrition (SUN) yaitu akselerasi perbaikan gizi, Bu Endang menerapkan program 1000 hari pertama kehidupan bagi negeri yang dicanangkan pada Hari Gizi dan Makanan  25 Januari 2012 lalu. Mungkin diantara program beliau yang belum tercapai namun sangat ingin dicapai adalah Pengesahan RPP Tembakau. Di tengah perdebatan RPP Tembakau, beliau tetap gigih melakukan sosialisasi Undang-undang Kesehatan dan RPP Tembakau. “RPP adalah untuk melindungi perempuan, ibu hamil, dan anak-anak dari dampak negatif rokok, bukan untuk melarang menaanam tembakau” geram Bu Endang saat itu. Beliau pun menegaskan bahwa petani tembakau sama sekali tidak akan dirugikan dan tidak akan terancam secara perekonomian dengan disahkannya RPP Tembakau. Meski belum tuntas, perjuangan beliau untuk pengendalian tembakau di negeri ini patut diacungi dua jempol.
Perjuangan Bu Endang untuk kesehatan masyarakat sebagai menteri diakhirinya pada 26 April 2012 dengan mengajukan pengunduran diri secara lisan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat presiden dan ibu negara membezuk beliau di RSCM. Pengunduran diri tersebut seiring dengan semakin menurunnya kondisi kesehatan beliau akibat Kanker Paru yang terdeteksi sejak Oktober 2010.
Seakan menegaskan pengunduran diri tersebut, beliau dipanggil ke pangkuan Illahi pada pukul 11.41 WIB tanggal 2 Mei 2012. Bu Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih yang gigih dan bersahaja telah berpulang. Jasa dan pengabdian beliau tak akan pudar di hati bangsa. Ada generasi-generasi cerdas yang siap meneruskan harapan dan cita-cita mulia beliau, merekalah generasi pelajar dan mahasiswa saat ini.

Kompetisi Essay HPEQ Student:


Halo teman teman mahasiswa kesehatan,
Memasuki tahun 2012, mahasiswa dari 7 program studi kesehatan yang diwakili oleh Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA), Asian Medical Students’ Association (AMSA), Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI), Himpunan Mahasiswa Diploma III Keperawatan (HIMADIKA), Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI), Ikatan Mahasiswa Kebidanan (IMABI), Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI), Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI), dan Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia (ILMAGI) kembali mengadakan kegiatan-kegiatan untuk mendukung keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan keputusan demi meningkatkan kualitas pendidikan dan menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam advokasi mahasiswa ilmu kesehatan Indonesia dalam bidang pendidikan ilmu kesehatan. Untuk menjaring ide-ide segar mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi ilmu kesehatan dan menumbuhkan kebiasaan yang baik dalam penyaluran pendapat, HPEQ Student yang merupakan program kerja nasional untuk mahasiswa pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia kembali mengadakan kompetisi essay berhadiah tiket untuk mengikuti 3rd HPEQ International Conference yang akan diselenggarakan dengan konsep baru. Selain itu, seperti tahun sebelumnya, para pemenang juga memiliki kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan mahasiswa di HPEQ Student serta kesempatan untuk memuat tulisannya dalam media-media HPEQ Student.

Kali ini HPEQ Student kembali mengadakan kompetisi essay. Ada tiga tema yang diambil dalam kompetisi ini yaitu:
* Peran mahasiswa dalam akreditasi pada institusi pendidikan
Berdasarkan UU RI no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 6 “Setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan.” Sedangkan berdasarkan UU RI no 20 tahun 2003, pasal 8 “Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi”. Dari dua pasal di tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat, wajib dan berhak ikut serta dalam penentuan kebijakan sistem pendidikan. Akreditasi merupakan salah satu bentuk pengawasan terhadap kualitas pendidikan di tiap institusi pendidikan. Untuk itu berdasarkan dua pasal UU di atas mahasiswa memiliki peranan terhadap akreditasi, namun bagaimana seharusnya pelaksanaan akreditasi di tiap institusi serta peranan mahasiswa didalamnya selama ini? Apakah mahasiswa sudah dilibatkan dalam proses akreditasi? Dan bagaimana seharusnya bentuk dan peranan mahasiswa di tiap institusi?

* Standar kompetensi masing masing profesi
Menurut SK Mendiknas No. 045/U/2002 kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu. namun untuk saat ini kompetensi profesi kesehatan masih belum jelas penerapannya, sedangkan standar kompetensi tenaga kesehatan sangat penting untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional. Kompetensi profesi seperti apa yang dapat memberikan hasil tersebut? Bagaimana seharusnya standar sebuah profesi dalam pencapaian kesehatan? Dan apakah kompetensi profesi sudah menjawab masalah masalah kesehatan di Indonesia?

* Uji kompetensi masing masing profesi.
Uji kompetensi profesi menurut Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) 2011 adalah suatu proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi. Masing-masing profesi memiliki uji kompetensi masing-masing yang berbeda satu dengan yang lain sesuai dengan kompetensi dari profesi tersebut. Lalu bagaimana uji kompetensi di masing-masing profesi untuk saat ini? Apakah sudah dapat menguji kompetensi dari suatu profesi tersebut? Apakah uji kompetensi ini dapat memjamin terciptanya standart kompetensi yang dimiliki suatu profesi? Bagaimana pelaksanaan dari uji kompetensi di masing-masing institusi?

Persyaratan umum:
* Mahasiswa Kesehatan Seluruh Indonesia baik jenjang S1 maupun D3.
* Essay yang dikirim merupakan karya perorangan dan bukan karya kelompok.
* Essay belum pernah dilombakan atau dimuat diberbagai media cetak, media elektronik atau majalah dan bukan merupakan karya dari hasil copy atau plagiat.
* Peserta hanya diperbolehkan mengirim satu judul essay.
* Menyertakan identitas diri seperti nama, alamat tinggal, email, no hp, prodi, univ dalam bentuk pdf yang diberi nama file indentitas.
* Menyertakan scan copy KTM (kartu tanda mahasiswa), surat keterangan dari pihak kampus dan BEM/HIMA.

Persyaratan Essay:
* Essay ditulis dalam bentuk .pdf, nama lengkap sebagai nama file
* Essay dibuat dalam bahasa Indonesia.
* Memuat minimal 3 referensi.
* Jumlah kata maksimal 700 kata.
* Huruf mengunakan Times New Roman dengan ukuran 12 dan spasi 1,5.
* Essay lomba dan identitas diri dikirimkan ke email student.hpeqconference@gmail.com. dengan subjek : “Kompetisi Essay”. Identitas ditulis dengan format nama lengkap – universitas – fakultas – no. handphone – angkatan – email
* Lomba dilaksanakan mulai tanggal 1 – 31 mei 2012
* Pengiriman Paling Lambat pada tanggal 31 Mei 2012 pukul 23.59.

Hadiah:
* 5 Essay terbaik mendapatkan kursi di 3rd HPEQ International Conference
* 20 Essay terbaik mendapatkan piagam dan publikasi oleh HPEQ Student

Pengumuman Pemenang:
* Sebelum pemenang diumumkan, essay yang masuk akan dinilai oleh juri.
* Pengumuman akan diumumkan pada bulan Juni 2012 melalui web resmi HPEQ student
* Pemenang ditentukan berdasarkan penilaian juri dan tidak bisa diganggu gugat.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi student.hpeqconference@gmail.com
Selamat Berpartisipasi,
Together we can,
Regards,

Selasa, 10 Januari 2012

Pendidikan Profesi

Perkenalan: ismki, ismki wil 3, pendpro
-       Pembentukan IMKI
Ikatan Mahasiswa Kedokteran Indonesia (IMKI) merupakan organisasi mahasiswa kedokteran berskala nasional yang pertama. Pada era pasca 1966, saat mahasiswa kembali ke kampus, tuntutan akan profesionalisme dari lingkungan yang didominasi akan teknokrat semakin meningkat. Hal itu mendorong mahasiswa kedokteran saat itu untuk membentuk suatu wadah yang dapat menyatukan aspirasi mereka dalam rangka peningkatan profesionalisme mahasiswa kedokteran. Selain itu, kepergian beberapa mahasiswa UI (Biran Affandi, Razak, Azrul Azwar, Widiapati dan Ichsan Utama) ke kongres ARMSA (Asian Regional Medical Students Association atau sekarang bernama AMSA (Asian Medical Students Association) juga turut menjadi pemicu untuk terbentuknya organisasi sejenis di Indonesia. Akhirnya setelah dilakukan konsolidasi antar fakultas-fakultas kedokteran, terbentuklah organisasi IMKI melalui deklarasi Cimacan pada tahun 1969, dengan ketua terpilih Biran Affandi. Pada awal pembentukannya, keanggotaan IMKI adalah keanggotaan personal dan bukan keanggotaan senat mahasiswa.
Pada periode awal, kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh IMKI antara lain adalah melakukan pertukaran mahasiswa kedokteran dengan Jerman dan membina kerjasama dengan ARMSA. Salah satu hal yang perlu dicatat adalah diselenggarakannya rapat kerja IMKI yang pertama di Bali pada tahun 1970. Waktu itu, salah satu keputusan yang diambil adalah menetapkan penyelenggaraan Munas I IMKI di Makassar pada tahun 1971 dengan Steering Committee Syafri Guricci dari Universitas Hasanuddin.
Musyawarah Nasional IMKI
Munas IMKI di Makassar pada tahun 1971 dilaksanakan di sebuah pulau tidak jauh dari kota Makasar bernama Pulau Kayangan. Waktu itu terjadi persaingan cukup ketat antara delegasi dari UI (Fahmi Alatas, Hariman Siregar, Umar Fahmi) delegasi dari UNDIP (Satoto), dan delegasi dari USU (Aslim Sihotang) untuk menjadi ketua umum. Akhirnya terpilih Aslim Sihotang sebagai ketua umum, Syafri Guricci sebagai wakil ketua dan Hariman Siregar sebagai sekretaris. Disebabkan oleh hambatan jarak dan komunikasi, pada periode ini peran sekretaris menjadi cukup dominan. Mengikuti angin depolitisasi kampus, Hariman Siregar berhasil menghimpun organisasi-organisasi pofesi sejenis (Ikatan Mahasiswa Hukum, Ikatan Mahasiswa Teknik, dll) dalam suatu wadah guna mengimbangi keberadaan dewan mahasiswa.
Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan IMKI pada periode ini antara lain mengirim delegasi untuk menghadiri World University of Medical Students di India pada tahun 1972 yaitu pertemuan mahasiswa kedokteran seluruh dunia yang dihadiri delegasi dari berbagai negara. Peristiwa Malari yang melibatkan Hariman Siregar yang tengah menjabat fungsionaris IMKI menyebabkan vakumnya dewan mahasiswa yang disertai kevakuman IMKI. Untuk mengembalikan arah kebijakan organisasi  mahasiswa yang sebelumnya telah terpotisir, Dirjen DIKTI megeluarkan konsep NKK (Normalisasi Kebijakan Kampus). Salah satu perwujudan konsep tersebut adalah pembentukan ISMS (Ikatan Senat Mahasiswa Sejenis). Konsep tersebut menimbulkan banyak kontroversi di kalangan mahasiswa.
-       Pembentukan ISMKI
Pemerintah melalui Dr. Abdul Gafur mencoba mengadakan pendekatan kepada Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran untuk ikut mendukung penerapan konsep NKK dengan membentuk Ikatan Senat Mhasiswa Kedokteran Indonesia. Respon yang pertama datang dari Senat Mahasiswa UNHAS. Pra MUNAS ISMKI I dilaksanakan di Makasar yang diwarnai berbagai pertentangan pendapat antarpeserta yang hadir. Pada awalnya sebagian besar peserta menolak pembentukan ISMKI dan bersikeras untuk mempertahankan IMKI. Akhirnya setelah dilakukan lobi-lobi dan pendekatan disepakati akan dilaksanakan Munas ISMKI I di Makasar pada bulan September 1981. ISMKI dideklarasikan di Makasar pada tanggal 20 September 1981.
Munas ISMKI I di Makasar berhasil membuat keputusan dan menetapkan :
1. AD/ART ISMKI
2. Garis-garis pokok kebijaksanaan ISMKI
3. Presidium ISMKI dan MPM (Majelis Pertimbangan Musyawarah)
4. BP Munas dan Sekjen ISMKI. Sekjen terpilih yaitu Faried dari UGM.
-       Pendpro
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Mahasiswa, sebagai objek dari berjalannya sistem pendidikan berhak untuk turut andil dalam proses pengembangan potensi yang ada dan mengiringi berjalannya kebijakan sistem pendidikan dan profesi seorang dokter
Untuk itu, Bidang pendidikan dan profesi sebagai bidang baru di ISMKI  berusaha untuk menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas mahasiswa kedokteran di Indonesia. Keadaan pendidikan dokter di Indonesia yang terus mengalami perkembangan, menuntut bidang pendidikan dan profesi bertanggung jawab pada tersampaikannya informasi.
Pendpro, singkatan  dari Pendidikan dan Profesi, merupakan bidang yang terdapat dalam struktur kepengursan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia yang bergerak dalam hal pengembangan ilmu dan pengetahuan mahasiswa kedokteran di bidang pendidikan dan keprofesian.
Pendpro bertanggungjawab memberikan informasi seluas-luasnya kepada mahasiswa kedokteran mengenai pendidikan dan profesi dokter dengan mewujudkan wadah sharing aktif sebagai sumber informasi dan komunikasi serta memberikan percerdasan kepada mahasiswa kedokteran Indonesia terhadap perjalanan profesi dokter dan update keprofesian dan keilmuan terbaru di dunia kedokteran.
Dalam menjalankan tugasnya, Pendpro merangkul peran mahasiswa untuk turut andil dalam penentuan kebijakan dalam pendidikan dan profesi dokter dengan mewadahi aspirasi seluruh mahasiswa kedokteran Indonesia dan menjembatani mahasiswa dengan stakeholders terkait.
Pendpro juga bertanggung jawab terhadap pengkajian isu - isu dan permasalahan dalam bidang pendidikan dan profesi dokter di Indonesia yang berpengaruh besar bagi kemajuan mahasiswa kedokteran.
Pendpro nasional juga menjadi wadah bagi pendpro wilayah dan institusi seluruh Indonesia dalam pengembangan bidang dengan menjalin koordinasi penuh dengan pendpro di 4 wilayah.
Diharapkan dengan adanya bidang pendidikan profesi ini dapat menjadikan mahasiswa kedokteran Indonesia mampu bersaing dengan mahasiswa dari negara maju lainnya.

4.    Affairs: antar bidang, antar wilayah, institusi terkait
Mbak.iim: seperti yang tadi sudah dibilang sama faris, ada beberapa hal penting yang harus kita jadikan visi misi kita bersama
1. Pendpro bertanggungjawab memberikan informasi seluas-luasnya kepada mahasiswa kedokteran mengenai pendidikan dan profesi dokter dengan mewujudkan wadah sharing aktif sebagai sumber informasi dan komunikasi mahasiswa dengan stakeholders terkait.
2. pendpro juga bertanggungjawab untuk meberikan pencerdasan kepada mahasiswa mengenai update keilmuan
3. karena keluarga ku disini sudah masuk kedalam kepengurusan wilayah, maka bisa dikatakan bahwa smua adalah perwakilan nya mahasiswa kedokteran di wilayah 3 dimana disini keluargaku punya kewajiban untuk menyampaikan aspirasi dan menjembatani kepada stakeholder terkait mungkin belum jauh2 jangkauannya :) bisa mungkin membina hubungan baik dengan stakeholder local seperti dinas2 pendidikan lokal, dinkes lokal, IDI-IDI lokal dll agar kita bisa sama2 membangun yang lebih besar
4. tugas pendpro di wilayah adalah membimbing langsung setiap institusi tidak terkecuali, meningkatkan pengetajuan mereka ttg pendpro itu sendiri, serta menjadi wadah untuk bisa mengembangkan bidang pednpro di BEM atau senat institusi agar, bidang pendpro tidak hanya di nasional maupun wilayah, ttp justru dari lokal lah, pendpro membawa bnyk manfaat bagi mahasiswa kedokteran di institusi :) nnti bisa keluarga ku jabarkan untuk wilayah 3, apa kekuatan dan yang akan pendpro wilayah 3 bawa demi kemajuan pendpro dan itu bisa di sharing ke wilayah lainnya dan juga, yg terpenting adalah sinergisasi antara nasional dan wilayah bahwa tidak ada penyekat diantara kita
5.    Buku Putih ISMKI
6.    Agenda Wilayah
7.    Urgent requirements
Yang harus segera kita kerjakan adalah. membuat database insitusi dan membuat surveylance.
a.    Database
Jadi saya akan membuat team untuk database ini... insyaallah cukup 3 orang. Jadi nanti team ini akan melengkapi data yang sudah ada karena akan digunakan untuk kegiatan pendpro selama periode ini. Itung itung juga buat periode selanjutnya
Team : Fiya, Tyas, dan Vika
b.    Surveylance
Jadi kita nanti akan menyebar kuesioner ke institusi di wilayah 3 nah isinya itu pertanyaan2 tentang keadaan kependproan di institusi wilayah 3  contohnya spt... kurikulum yang digunakan... metode belajar... student day... sistem poin kegiatan mahasiswa, kelompok studi juga. jadi dari hasil survey itu kita bisa tahu kondisi di institusi itu spt apa. shg kita bisa menetapkan langkah strategis untuk kepengurusan kita
Tugas dari team
1 untuk sempurnakan draft
2 menyebar
3 merekap hasil
Team : Rizky, Rizki, Huda, Fajar, Yulia, Gazali
8.    Agenda setting : netmeet rutin, evaluasi rutin
Netmeet dilakukan hari minggu pagi/siang karena kalau maam ada beberapa dari anggota tidak bisa karena satu dan lain hal.